Mencari Cara Bahagia

Halo teman-teman menggarisbawahi!

Bagaimana Septembermu? Aku turut bahagia jika semuanya baik baik saja. Jikalau pun masih tak seindah bulan-bulan sebelumnya, aku harap semoga kalian tetap bisa menerimanya dengan hati yang penuh, ya.

Sedikit cerita, tempo hari, aku membuka sebuah question box di instagramku. Singkatnya, aku menanyakan tema apa yang sebaiknya ku tulis dalam blog ini? Penuh syukur karena cukup banyak dari teman-teman yang memberikan tanggapan. Aku sangat mengapresiasi semuanya yang turut meramaikan dengan menjawab pertanyaanku disana. Terimakasih ya 😊

Dari beberapa tanggapan yang diberikan, agaknya aku tertarik pada yang satu ini

Berbicara tentang mencari bahagia, saking familiarnya terkesan gampang, ya?

Namun nyatanya tidak dengan mereka yang sedang dalam keadaan tak baik-baik saja. Keadaan dimana ada yang merasa sudah gagal terlalu sering, serta ada pula yang merasa tak sehebat yang lain. Semuanya tidak siap dengan 'nyata' yang bertolak belakang dengan 'rencana'. 

Aku mengerti bahwa dunia cukup menuntut banyak hal sejauh ini. Harapan yang seringkali dipatahkan kenyataan, menjadi tombak paling tajam yang siap memporakporandakan perasaan.

Dengan tulisan kecil ini, ku harap siapapun kalian bisa terbantu untuk meramu bahagia yang sebelumnya sempat terbenam pilu. 

Menyadari dan Menerima Segala Kekurangan

Aku pernah berada dalam keadaan dimana semua terasa kacau. Aku membiarkan perasaan-perasaan buruk menguasai penuh diriku. Merasa tak sehebat orang lain, merasa aku tak cukup berguna, merasa paling tidak bahagia, sampai menghiraukan segala hal yang sebenarnya aku bisa. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, padahal yang kulihat boleh saja hanya sepintas. Aku jelas tak tau apa yang sudah dia pertaruhkan selama ini hingga berhasil mencapai hal-hal baik yang dia mau. Entah lewat usaha keras dan ketekunan, atau memang dia yang sedang dalam peruntungan. Siapa yang tau?

Nyatanya, hidup memang begitu. Kita tak selalu bisa mendapatkan yang kita mau. Kadang ada jarak antara harapan dan kenyataan. Namun semua itu sebenarnya normal, artinya kita lebih disuruh untuk menerima diri dan menyadari kekurangan yang masih ada di diri kita. Supaya apa? Supaya kita bisa terus mengasahnya. Untuk bertumbuh, bukan untuk runtuh. 

Aku yakin, semua yang diciptakan oleh-Nya memiliki keluarbiasaan dan kekurangan masing-masing. Mungkin kamu tak sepandai dia dalam menorehkan tulisan keilmuan, tapi kamu lebih baik dalam hal membuat puisi sampai orang lain hanyut dalam perasaan penuh makna. Mungkin kamu tak selihai dia dalam berbicara, tapi kamu lebih baik dalam membuat susunan nada hingga menjadi irama indah yang dapat mengangkat semangat orang-orang yang kehilangan asa. 

"Bahagia itu lahir dari sebuah penerimaan" - Terus mengayuh di Tengah Badai [Deni Bekti]

Terima dirimu, terima kekuranganmu, kamu sudah sangat hebat bisa melangkah sejauh ini. Bukankah kamu pernah melewati badai yang jauh lebih riuh daripada ini? 

Mensyukuri Nikmat

Masih dengan pertanyaan "cara mencari kebahagiaan dalam diri", kan? Sekarang coba lihat dirimu. Dirimu yang masih diberi kesempatan untuk sehat, bahkan point plusnya lengkap dan tidak cacat. 

Kamu bisa berkeliling komplek menaiki sepeda kesayanganmu, kamu bisa mendengar lagu-lagu Banda Neira, Kunto Aji, atau Nadin Amizah di taman favoritmu, bahkan kamu masih bisa dengan luluasa melihat indahnya pemandangan hujan ditengah riuhnya kota.

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

fa bi-ayyi aalaaa-i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" [55: 13]

Terlalu sering menatap bahagia oranglain, sampai lupa menatap bahagia yang dipunya sedari lama. Ku harap, jangan sampai berlarut seperti itu, ya. Selama kita bersyukur, insya Allah bahagia pun turut menyertai. 

"Bersyukur=Berbahagia" - Bio telegram [Ustad Syamsul] 

Dari mereka...

Dalam question box yang berbeda, aku juga sempat menanyakan kepada teman-teman di instagram terkait hal-hal apa yang membuat mereka bahagia? Cukup sederhana pikirku, namun sebenarnya tak terlepas dari kunci "Syukur" sebagaimana yang sudah terurai diatas. 

Bahagia tak hanya bisa kita temukan dari dalam diri. Begitulah Pencipta menciptakan berbagai hal disekeliling kita, yang juga turut membuat kita bahagia. Lingkungan yang baik, mengingatkan untuk selalu berada di jalan yang benar. Teman yang baik, yang mau mendengar keluh kesah kita dan memberikan saran untuk perbaikan diri kita. Serta keluarga, yang siap memotivasi kita disaat diri sedang merasa jatuh sejatuh-jatuhnya. Walaupun semua ada waktunya untuk pergi, namun terhitung masih ada bahagia yang bisa kita ramu dari mereka.

 Dengan begitu...

Tak perlu terus membenamkan diri, sebab luka-luka itu tak akan selamanya menyambangi dirimu. Aku harap siapapun kamu dapat segera bebas dari kerumpangan yang dianggap tak berkesudahan. Semoga hal-hal yang membuat kamu runtuh, turut menjadi alasanmu untuk tumbuh.

Terakhir, semoga lekas sembuh! Aku harap kamu sembuh dengan sempurna, serta sembuh selamanya.

Peluk sebesar dunia`♡

Menggarisbawahi.

...

[Halo! Terimakasih sudah membaca sampai akhir. Semoga tulisan ini membantu ya... Kalau boleh, share juga dong Mencari Cara Bahagia versi kamu di kolom komen. Barangkali bisa membantu mereka-mereka yang sedang meramu bahagia😊]




 

 


Komentar

  1. terimakasih mau meluangkan waktu utk memotivasi orang lain dan menjadi tangan utk org lain menguatkan yang lainnya. Semoga dirimu bahagia selamanya, sembuh dgn sempurna🤎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga kita selalu penuh dengan syukur ya. Terimakasih doa baiknyaa!<3

      Hapus
  2. Masya Allah, tulisan yang sangat menyentuh. Terima kasih telah mengingatkan 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terimakasih kembali kak😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer