Jatim Park 1-Refreshing Sambil Belajar dan Mengambil Makna

Refreshing merupakan salah satu kegiatan menyisihkan waktu untuk men-charge kembali energi dan juga rasa kebermaknaan dalam diri setelah berjalan jauh dan bergulat hebat dengan badai kehidupan di dalam lintas perjuangan. Layaknya laptop yang setelah lama digunakan, juga butuh disediakan waktu untuk diisi dayanya agar bisa kembali beroperasi dengan maksimal.

Saat ini libur semester bertengger penuh di bulan Juli, hingga tak banyak juga yang berkeinginan untuk mengisi liburan mereka dengan berbagai kegiatan, salah satunya refreshing setelah melewati momen-momen ujian akhir semester.

Begitupun denganku. Aku bersama teman-teman lainnya juga berkeinginan untuk refreshing dalam waktu dekat setelah UAS berakhir, ada beberapa alternatif kegiatan yang ingin dilakukan, namun kami akhirnya memutuskan untuk mengisi libur semester kali ini dengan berkunjung ke Kota Malang. Tak dapat dipungkiri, Malang merupakan salah satu kota yang jarang absen menjadi alternatif ketika orang-orang berkeinginan untuk mengisi liburan mereka. Dengan berbagai macam tempat liburan yang dapat membawa hawa ceria, juga suasana nyaman yang cukup membuat diri menjadi betah untuk tinggal lebih lama.

Salah satu destinasi yang aku dan teman-temanku kunjungi adalah Jawa Timur Park 1, yang berlokasi di Jl. Kartika No. 2, Kota Batu, Malang. Berangkat dari Surabaya dengan kereta api dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Malang, dilanjut dengan perjalanan kurang lebih satu jam hingga sampai ke Kota Batu. Setelah memijakkan kaki di Jatim Park 1, disusul dengan menukarkan tiket yang sudah kami beli secara online melalui loket yang tersedia disana hingga masuk ke dalam nya.

Pertama kali masuk, kami diperlihatkan dengan sejumlah orang yang duduk membentuk lingkaran seolah-olah sedang mengadakan suatu ritual doa. Cukup bingung awalnya kenapa banyak orang lalu-lalang di tengah orang-orang tersebut? Bahkan juga ada orang yang berjalan luwes di depannya. Namun, tidak lama, kami menyadari ternyata yang berada di depan dengan duduk membentuk lingkaran bukanlah manusia asli, melainkan patung yang menyerupai bentuk manusia. Pertama kali masuk, sudah terkecoh. Bener-bener nih!

Setelah disambut dengan kumpulan patung yang sempat membuat kami terkecoh diawal, selanjutnya pada sisi kanan, kami pun disuguhi dengan tatanan unik dari sebuah bidak catur raksasa, yang mana masing-masing dari patung tersebut menggunakan penutup wajah berupa Topeng Malangan. Topeng ni identik dengan budaya dan religiusitas pada masyarakat Malang.

Dilanjutkan dengan tampilan berbagai rumah beserta pakaian adat dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Tidak lupa dengan ornamen, barang-barang, serta berbagai pernak-pernik lainnya yang juga tak kalah mencuri perhatian. 

Tidak butuh waktu lama untuk membuatku kagum akan indahnya keberagaman yang ada di Negeri Indonesia. Seketika pun muncul perasaan bangga bisa menjadi Warga Negara Indonesia yang kaya akan budaya. 

Perjalanan kamipun berlanjut. Satu per satu taman mulai kami susuri. Mulai dari taman yang menunjukkan kekhasan Papua, lalu berlanjut ke lorong yang menghantarkan kami ke Taman Sains yang didalamnya penuh dengan hal-hal yang juga tak kalah mencuri perhatian. 

Di dalam Taman Sains terdapat banyak sekali temuan-temuan yang dipajang. Diantaranya ada temuan katrol, listrik, lampu, spektrum warna, dan banyak hal selainnya yang boleh untuk kamu otak-atik. Di Taman Sains juga diisi dengan berbagai kuis, yang ketika menjawab nya mengharuskan kita untuk sedikit me-recall memori tentang pelajaran di masa SD hingga SMP dulu. Mulai dari soalan terkait gravitasi dan soal-soal ilmu pengetahuan selainnya. Dari taman-taman yang ada, Taman Sains memiliki kesan tersendiri yang dapat menciptakan motivasi karena melihat banyaknya ilmuan-ilmuan yang menemukan berbagai macam penemuan hingga membawa kita pada suatu peradaban dunia yang sangat berkembang seperti sekarang.

Tidak bisa di bayangkan akan segelap apa dunia jika tidak ada lampu yang menerangi? Pasti kita semua akan kesulitan beraktivitas, khususnya pada malam hari. Sama hal nya dengan listrik, darimana kita bisa medapatkan sumber energi untuk menghidupkan lampu, mengalirkan air, dan mengoperasikan peralatan elektronik jika tak ada listrik yang membuatnya jadi lebih efisien? Ternyata sangat signifikan ya penemuan-penemuan yang dihasilkan pada keberlangsungan hidup kita. 

Hasil penemuan yang ada pun juga tidak terlepas dari kegigihan tokoh-tokoh yang ada dalam mencoba, menelaah, dan juga memaksimalkan potensi dalam diri mereka. Salah satunya adalah potensi akal. Dengan berpikir, menganalisis, hingga menghasilkan kesimpulan, dan pada akhirnya mereka bisa menghasilkan suatu karya yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Semoga kita semua dapat terus memaksimalkan berbagai potensi yang sudah diberikan Allah, hingga dapat menghasilkan karya luar biasa yang membawa manfaat bagi banyak orang. Aamiin ya rabbal 'alamin. 

Melanjutkan penjelajahan di 22 hektar Jatim Park 1, tidak lupa juga kami mencoba berbagai wahana yang ada disana. Jika ditanya jumlah pasti wahananya, aku tidak tau berapa. Namun yang pasti ada banyak wahana yang bisa dicoba. Mulai dari roller coaster, boom-boom car, sepeda gantung, flying fox, dan juga berbagai macam wahana lain yang tak kalah menarik. Ketika menaiki salah satu wahana yang tinggi, yaitu sky swinger, kalian juga bisa secara jelas menikmati pemandangan alam yang indah sekali dari atas, hingga memunculkan perasaan kagum kepada Sang Pencipta atas hasil ciptaan-Nya. Masha Allah!

Tidak berhenti disana, destinasi terakhir yang kami kunjungi di Jatim Park 1 adalah Museum Tubuh.  Museum tubuh ini merupakan museum yang berisi gambaran organ-organ yang ada di dalam tubuh manusia beserta sistem kerjanya. Menurut literatur, museum ini merupakan museum anatomi tubuh pertama di Indonesia dan terbesar di Asia serta suasana didalamnya yang unik dan edukatif membuat para pengunjung betah dan nyaman untuk berpetualang sambil belajar di dalamnya. Selain desain tempatnya yang menarik, Museum Tubuh juga menjadi salah satu tempat yang tidak henti-hentinya membuat ku merasakan kekaguman yang luar biasa kepada Sang Pencipta. 

Dari awal masuk, aku dan teman-teman lain disuguhkan dengan organ otak yang terpampang besar dilangit-langit lobby museum, sampai akhirnya para pekerja datang dan mengantarkan kami ke lift untuk naik ke lantai 3. Dari sini, perjalanan pun di mulai. Namun sayangnya kami tidak sempat mengeksplor tiap-tiap organ yang ada secara mendalam, dikarenakan jam yang sudah terlalu sore, dan Jatim Park 1 akan segera tutup.

Dengan memanfaatkan sisa waktu yang ada, kami mulai memasuki zona demi zona yang ada dalam Museum Tubuh. Diantaranya zona gigi, zona telinga, zona hidung, zona otak, zona mata, zona jantung, serta zona pembuluh darah. Di dalam tiap zonanya juga terdapat penjelasan yang menarik dan sangat mengedukasi. Buat kalian yang suka biologi, aku jamin kalian akan betah untuk berlama-lama disini! Bener-bener refreshing, tapi sambil belajar.

Selain terdapat informasi mengenai organ-organ beserta sistem kerjanya, juga ada beberapa informasi lain, salah satunya mengenai Covid-19 yang kala itu sempat menggemparkan dunia. Virus yang sempat merenggut banyak nyawa, dan menyisakan kepiluan besar terhadap orang-orang terkasih yang ditinggalkan. Setiap harinya ada saja laporan mengenai orang-orang yang terjangkit, sayangnya tidak hanya berjumlah 1-2 orang, namun ribuan hingga jutaan. Bahkan seperti yang tertulis disamping, terjadi kelangkaan lahan makam karena membludaknya jumlah orang yang terkena covid-19. 

Namun dengan syukur yang berkelaluan, akhirnya kita dapat melewati masa-masa kelam yang dulu sempat hadir. Masker yang dahulu menjadi sahabat paling dekat, kini pelan-pelan sudah ditinggalkan, hingga akhirnya kita bisa kembali menghirup udara segar tanpa hambatan. Allah masih memberikan kesempatan hidup untuk kita, dengan itu mari kita gunakan kesempatan yang ada untuk totalitas dalam menjalankan perintah-Nya. 

Perjalanan rekreasi berhenti sampai disini. Dengan destinasi terakhir yang jatuh pada Museum Tubuh, memberikan banyak pelajaran yang menyenangkan bagi kami. Berulangkali pula terbesit perasaan kagum pada hasil ciptaan-Nya. Ia menciptakan berbagai organ beserta fungsinya dengan susunan yang sangat terstruktur hingga dapat hadir suatu kehidupan dengan nyawa yang juga berikan-Nya.

Bersyukur pula rasanya masih diberi nikmat kesehatan dan kesempatan untuk dapat menapaki kaki di salah satu wisata indah yang ada di Kota Malang. Banyak sekali pelajaran yang bisa didapat mulai dari perjalanan pergi hingga pulang kembali. Bertemu dengan budaya Malang, merasakan nikmatnya kesejukan udara Kota Batu, dan tentunya melihat sekaligus mengamati segala keindahan yang ada disana merupakan salah satu rekreasi terbaik tahun ini.

Berikut sedikit kata perpisahan dari Museum Tubuh...

Dan benar, apa yang kita miliki sekarang adalah aset yang sangat berharga dari Allah. Dengan menjaga apa yang telah diberikan merupakan suatu bentuk kebersyukuran yang dihaturkan pada-Nya, terlebih ketika apa yang dipunya terus digunakan untuk menjalankan hal-hal baik dan menciptakan karya-karya besar yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

فَبِاَ يِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (27:13)

Benar, ya? Tidak ada nikmat yang patut untuk didustakan ataupun tidak disyukuri setelah menerima segala hal yang ada sejauh ini. 


Menggarisbawahi ・゚:


Komentar

  1. emang beda kalo udah memandang segala hal dgn ada rasa syukur kayak ada manis manisnya gt, manis di hati manis pula dipandang hehe 🤎

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul raa, hehe. kutunggu blog mu ya! i'll be the first reader˙˚ʚ(´◡`)ɞ˚˙

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer