Cerita Awal Menggarisbawahi

Sebagai pembuka, aku perkenalkan dengan pemaknaanku terhadap sesuatu, yang kita semua pasti punya sebelum benar-benar diambil.

Dia, kehidupan.

Aku memandang hidup sebagai sebuah perjalanan panjang dengan impian besar di penghujung jalan sana. Menggendong peran-peran serta eskpektasi-ekspektasi baru yang menuntut fisik dan psikis untuk memupuk kapasitas diri dengan belajar agar terus bertumbuh. Tak lain dan tak bukan, demi sebuah impian.

Karena hidup adalah sebuah perjalanan mencapai sesuatu yang besar di penghujung jalan, maka jalan nya akan banyak dihiasi warna dan cerita. Terkadang merah merona karena bahagia, terkadang juga jadi sangat biru karena disengat pilu. Dengan rasa-rasa yang ada, dan dengan mereka-mereka yang singgah, ku sebut semua itu sebagai bagian dari pemanis cerita dalam pentas kehidupan.

Kalau kembali ke pemaknaan perjalanan mencapai impian, ia hanya bisa digapai ketika diri punya cukup kapasitas, dan ketika menginginkan kapasitas itu mengharuskan diri untuk terus belajar. Belajar yang tidak hanya dari secarik kertas berisikan tulisan mengenai teori-teori dari tema tertentu, namun juga belajar dari pemanis yang ada di dalam pentas kehidupan.

Kita bertemu dengan banyak orang. Hal yang pasti dan selalu ada, yaitu mereka-mereka yang lalu-lalang dalam pentas kehidupan. Tak karuan, siapa saja. Ada yang singgah untuk memberi cinta, ada yang singgah memberi luka, dan entah darimana saja seringkali ada juga yang singgah menceritakan kisah-kisah bermakna.

Dari situ juga, kita belajar...

Namun tak semua pemanis itu relevan membantu kita mencapai impian, bukan? Ada yang penting, mendorong kita untuk tumbuh, dan pelan perlahan memupuk kapasitas diri untuk mencapai mimpi. Serta ada juga yang… ya, sekedar saja.

Pemanis cerita itu ku ibaratkan seperti sebuah buku. Dari buku, kita mengharapkan sesuatu, mungkin salah satunya pengetahuan sebagai bibit untuk memupuk kapasitas diri. Namun dari banyaknya tulisan yang ada, biasanya hanya ada beberapa yang digarisbawahi. Sebab ia penting, bermakna, dan memotivasi dalam perjalanan hidup ini, yang pasti demi mencapai sebuah mimpi. Karena kalau tidak digarisbawahi, biasanya kita lupa. Kalau sudah lupa, sayang rasanya kehilangan sesuatu yang bermakna.

Aku bilang begitu, bukan berarti yang lain tak penting. Hanya saja mungkin belum bisa disebut penting saat itu juga dan belum bisa masuk kedalam variabel jalan yang mendorong diri untuk mencapai sebuah mimpi.

Menggarisbawahi hal-hal yang menjadi makna dari pemanis-pemanis kehidupan yang ada, mau semenyakitkan apapun, jika ia membelajarkan, itu penting. Dan kalau kubilang, kamu harus menggarisbawahinya sebelum ia tenggelam ditimpa memori lain.

Mari kita menggarisbawahi pemanis-pemanis tertentu yang berlalu-lalang di pentas kehidupan. Dengan itu, diri bisa terus memupuk dan memanen kapasitas diri, mengambil makna yang dijadikan sebagai motivasi demi menggapai sebuah mimpi dalam perjalanan panjang ini.

Menggarisbawahi ・゚:

Komentar

Postingan Populer